ABUYA

Rabu, 11 Mei 2016

JATAH REZEKI JATAH UMUR





Anakku, setiap manusia diberi jatah rezeki dan jatah umur yang berbeda. Manusia satu dengan yang lainnya, jatahnya tidak sama.
Bila ada orang jatah rezekinya sedikit, maka umurnya pendek.
Dia akan mati, setelah jatah rezekinya habis.
Bila ada orang jatah rezekinya banyak, maka umurnya panjang.
Dia tidak akan mati, sebelum jatah rezekinya habis.
Panjang dan pendeknya usia manusia, itu kebijakan Alloh.
Dan kebijakan Alloh itu dasarnya kasih sayang.
Hanya karena hal-hal sepele, orang bisa mati.
Misalkan kelilipan blandar, atau kesandung ban mobil.
Itu memang, karena jatah rezekinya sudah habis.
Walau tertimpa musibah berat, orang masih bisa hidup.
Misalkan diguncang gempa, atau tertimbun debu gunung merapi.
Itu memang, karena jatah rezekinya masih banyak.
Untungnya, jatah rezeki bisa tambah dengan amal dan sedekah.
Sehingga ahli sedekah, jatah rezekinya bertambah.
Tubuhnya selalu sehat, kuat, dan panjang umur.
Sehingga ahli amal sholeh, jatah rezekinya bertambah.
Tubuhnya selalu sehat, kuat, dan panjang umur.
Dampaknya, jatah rezeki bisa kurang karena maksiat dan dosa.
Sehingga ahli maksiat, jatah rezekinya berkurang.
Tubuhnya selalu sakit-sakitan, lemah, dan mati muda.
Sehingga para pendosa, jatah rezekinya berkurang.
Tubuhnya selalu sakit-sakitan, lemah, dan mati muda.
Renungan:
Hidup ini bagai pelita. Selama minyaknya masih ada, tidak akan mati. Begitu minyaknya habis, langsung mati. Kalau minyaknya dikurangi, cepat mati. Kalau minyaknya ditambah, gak mati-mati.
(Graha Pencerah Jiwa, Rabu, 11/05/2016, Abah, Sebarkan)

1 komentar: