ABUYA

Selasa, 24 Mei 2016

KADANG ORANG BIASA ITU LEBIH NYAMAN


Anakku, kadang jadi orang biasa itu lebih baik. Baik bagi dirinya dan keluarganya. Baik bagi dunianya dan akheratnya.
Semua orang ingin tenar, terkenal dimana-mana.
Nyaris tidak ada orang yang ingin menjadi orang biasa.
Walau nyatanya mereka lebih nyaman jadi orang biasa.
Walau nyatanya mereka bisa menikmati kehidupan bersahaja.

Kadang kehidupan orang biasa itu lebih baik dan lebih indah.
Mereka hidup seadanya, dengan fasilitas yang apa adanya.
Mereka bisa menikmati kemesraan keluarga dan bermasyarakat.
Mereka bisa tekun dan istiqomah dalam beramal dan beribadah.
Mereka punya banyak waktu untuk tafakur, mesra bersama Alloh.
Mereka menikmati kesendirian, kesunyian, berduaan dengan Alloh.
Bukankah jadi orang biasa seperti itu lebih indah.
Mungkin ada orang ingin masyhur, terkenal dimana-mana.
Wajahnya menghiasi media masa, hampir setiap hari.
Semua sisi kehidupannya diekpos besar-besaran.
Semua aktifitas kehidupannya, dibeberkan di setiap koran.
Namanya disebut-sebut, dipuja-puja, jadi buah bibir dimana-mana.
Hari-harinya sibuk komentar, wawancara, shoting dan jumpa pers.
Lantas kapan, waktu untuk istirahat dan untuk keluarganya.
Lantas kapan, waktu untuk ibadah dan untuk amalnya.
Lantas kapan, waktu untuk tafakur dan mesra dengan Alloh.
Terkenal seperti ini, tidak akan datangkan kebaikan dunia akherat.
Menjadi orang biasa lebih indah, daripada terkenal seperti ini.
Renungan:
Apel lebih subur tumbuh di pegunungan yang sepi. Anggur lebih subur tumbuh di pegunungan yang sunyi. Guru lebih nyaman hidup di pegunungan yang senyap. Banyak guru yang hancur reputasinya setelah turun gunung dan terkenal. Karomahnya pudar berkurang.
(Graha Pencerah Jiwa, Rabu, 25/05/2016, Abah, Sebarkan)




 Distro Kaos Moslem  Distro Kaos Moslem  Distro Kaos Moslem  Distro Kaos Moslem 
  Distro Kaos Moslem  Distro Kaos Moslem  Distro Kaos Moslem 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar