ABUYA

Selasa, 17 Mei 2016

SEGUDANG MANFA'AT SHOLAT DHUHA


Segudang Manfaat Sholat Dhuha
Setiap amal ibadah, pasti memberikan manfaat bagi yang mengerjakannya, tidak terkecuali sholat dhuha. Berdasarkan tinjauan agama, sholat dhuha memiliki beberapa keutamaan (faidah). Pertama, sholat dhuha merupakan bentuk terimakasih kita kepada Allah swt. atas nikmat segar bugarnya setiap sendi di tubuh kita. Menurut Rasulullah saw, setiap sendi di tubuh jita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus kita beri sedekah sebagaimana makanannya, dan kata Nabi, sholat dhuha adalah makanannya.
"Pada setiap manusia di ciptakan 360 persendian dan searusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya." Lalu para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, siapa yang sanggup melakukannya?" Rasulullah saw menjelaskan: "Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan orang) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka sholat dhuha dua rakaat dapat menggantikannya." (HR Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud)
Keutamaan yang kedua, sholat dhuha merupakan kesempatan bagi kita untuk meminta rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan kita lalui, baik nikmat fisik maupun materi. Dengan kita mendirikan sholat dhuha, niscaya kita akan mendapat kelancaran rizki dan selalu dirahmati oleh Allah swt. Dalam sebuah hadist Rassulullah bersabda,
"Allah berfirman, 'Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas melakukan sholat empat rakaat pada pagi hari, yakni sholat dhuha, niscaya nanti akan kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya." (HR al-Hakim dan at-Tabrani)
Sholat dhuha yang dilakukan sebelum mengawali hari dapat memberikan semangat dan gairah dalam menjalani hari. Berbekal harapan semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin, kita menanam optimisme dalam hidup. Kita akan selalu yakin bahwa Sang Maha Rahman akan selalu merahmati kita.
Keutamaan yang ketiga, dengan mendirikan sholat dhuha kita akan terlindung dari siksa api neraka di hari pembalasan. Hal ini ditegaskan Nabi dalam sebuah hadist,
"Barangsiapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat sholatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah swt. akan mengharamkan api neraka menyentuh atau membakar tubuhnya." (HR al-Baihaqi)
Keempat, bila sholat dhuha dikerjakan secara ruti, niscaya Allah akan mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah bersabda,
"Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil, 'Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah'." (HR at-Tabrani)
Setelah memahami keutamaan dan manfaat sholat dhuha cukup beralasan jika Nabi Muhammad saw. menghimbau umatnya untuk senantiasa melaksanakan sholat dhuha ini. Kendati demikian, untuk memperoleh fadilah yang dijanjikan Allah, kita patut memperhatikan ketentuan dan tata cara melakukannya.
Kapan Waktu Sholat Dhuha?
Menurut bahasa, arti kata dhuha berarti terbit atau naiknya matahari. Itulah mengapa sholat sunnah ini dilakukan pada pagi hari, ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Namun beberapa ulama fikih memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang waktu pelaksanaan sholat dhuha.
Imam Nawawi, di dalam kitab ar-Raudah mengatakan bahwa waktu sholat dhuha dimulai sejak terbitnya matahari, yaitu sekitar setinggi lembing (lebih kurang 18 derajat). Sedangkan Abdul Karim bin Muhammad ar-Rifai, seorang ahli fikih bermahzab Syafi'i menyebutkan bahwa sebaiknya sholat dhuha dilakukan saat matahari naik lebih tinggi dari itu.
Di hadist lain, dijelaskan mengenai perihal waktu dhuha. Zaid bin Arqam meriwayatkan, Rasulullah saw keluar menemui penduduk Quba di saat mereka melaksanakan sholat dhuha, lalu Rasulullah saw bersabda:
"Sholat dhuha dilakukan apabila anak-anak unta telah merasa kepanasan (karena terkena sinar matahari)." (HR Muslim dan Ahmad bin Hanbal)
Berapa Rakaat Sholat Dhuha?
Pada dasarnya, sholat dhuha tidaklah menyusahkan apabila dikerjakan. Pasalnya, sholat dhuha dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kesempatan yang dimiliki bagi yang ingin melaksanakannya. Sholat dhuha dapat dikerjakan sebanyak 2 rakaat, 4 rakaat, hingga 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Ketentuan yang menyimpulkan jumlah rakaat sholat dhuha datang dari Sayid Sabiq, seorang ahli fiqih dari Mesir. Disebutkan bahwa batas minimal sholat dhuha itu dua rakaat, sedangkan maksimalnya delapan rakaat. Sementara dalil lain mengenai ketentuan batas maksimal sholat dhuha dapat ditemukan pada hadist fi'li (perbuatan) yang diriwayatkan Aisya ra,
"Rasulullah masuk ke rumah saya lalu melakukan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat." (HR Ibnu Hiban)
Lebih dari itu, menurut ulama mahzab Hanafi, jumlah maksimal rakaat sholat dhuha yaitu 16 rakaat. Sedangkan Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at-Tabari, pengarang kitab Tafsir Jami al-Bayan, sebagian ulama mahzab Syafi'i dan Ibnu Qayyim al-Jauziyah berpendapat bahwa tidak ada batas maksimal untuk jumlah rakaat sholat dhuha. Semuanya tergantung pada kemampuan dan kesanggupan orang yang ingin mengerjakannya.
Bagaimana Tata Cara Sholat Dhuha?
Secara keseluruhan, syarat sah serta rukun sholat dhuha sama dengan sholat wajib. Hanya niatnya yang membedakan, yaitu:
“Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Artinya :
“Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala
Setelah sholat dhuha, disunnahkan membaca doa sebagai berikut:
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh”.



 
 
 
Dipersembahkan oleh:



Jangan LupaBiar Usahanya makin berkah Kalau Lebaran Ziarah ke Orangtua dan Guru


 BACA JUGA:
Pabrik Kaos di Kota Tangerang
Produsen Kaos Distro
Pabrik Kaos Islami
Distro Kaos Muslim
Trendy Group Produsen Kaos dan Jeans
Pabrik Kaos Muslim
Obatl Herbal Alami
Kaos D&S Moslem
D&S Moslem Junior
Kaos Anak Sholeh

yang ini juga:

Ada Apa Dengan Cina
NASIHAT ABAH GURU
TORIQOH
masjid an nabawi banjar wijaya
URANG SUNDA
SANTRI LINUWIH

ADANG TERNDY CLOATHING
ATC
INDUSTRI KAOS & JEANS 
BBM: 54A4 B7E9
WA: 081291573421

KHUSUS UNTUK YANG SERIUS SAJA
BAGI YANG MAU MENDAPATKAN UANG

KLIK DISINI BAGI YANG MAU MENDAPATKAN UANG DENGAN MUDAH!!!!


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar